Mengenal Obat Pembakar Lemak, Doping Yang Dipakai Pesepakbola Liverpool, Mamadou Sakho

Sehabis beberapa waktu lalu dunia olahraga dikagetkan oleh masalah doping yg menerpa petenis cantik Maria Sharapova, saat ini dunia olahraga, terutama bagian sepakbola pun di gemparkan oleh suatu masalah doping yg menerpa Mamadou Sakho, pemain salah satunya club dengan basis simpatisan paling besar di Indonesia, Liverpool. Sebagai menarik dari masalah ini ialah, bukannya Sakho menggunakan doping sebab memang mau tingkatkan performnya dengan arah nakal, Dia malahan mengatakan cuma menggunakan obat pembakar lemak, suatu obat yg umumnya diperuntukan untuk menunjang seorang turunkan berat tubuh. Dia lantas mengatakan tidak tahu-menahu kalau obat yg dikonsumsinya nyatanya terhitung dalam doping yg dilarang di dunia olahraga. Memandang terdapatnya masalah ini, pasti menarik untuk tahu bagaimana obat pembakar lemak dapat dipandang seperti doping pada dunia olahraga.

Tubuh Anti Doping Dunia, WADA, mengklasifikasikan obat pembakar lemak yg dikonsumsi Sakho jadi fat-burning PED (performance-enhancing drug). Memang, obat ini miliki peranan pokok jadi salah satunya produk pembantu diet yg berperan untuk membakar lemak, langsingkan badan, sekalian turunkan berat tubuh. Umumnya, obat ini berupa pil yg simpel untuk dikonsumsi. Yg menarik ialah, obat ini dipercayai bisa membuat perform seseorang atlet dapat bertambah dengan relevan. Bagaimana soal ini dapat berlangsung?

WADA mengatakan kalau sejumlah obat pembakar lemak nyatanya terhitung dalam kelompok anabolic steroid. Soal ini bermakna, obat ini bukan cuma bakal bisa membakar lemak, tapi juga dapat membuat ketahanan seorang bertambah, pemulihan otot terjadi dengan baik, serta membuat situasi fisik seorang bertambah. Kalau kita konsumsi obat ini, kita bahkan juga dapat dapatkan massa otot dengan instant serta cepat waktu olahraga.

Seseorang pengamat olahraga dari koran The Mirror, Mark Lawrenson berujar jika memang problem doping yg menerpa Mamadou Sakho ini dapat jadi diskusi sebab memang soal ini tidak serentak dipandang seperti soal yg nakal. Kerapkali olahragawan kurang tahu apa yg Dia mengonsumsi sampai-sampai masalah ini seharusnya jadi evaluasi banyak faksi, baik itu olahragawan, club, sampai dokter atau pakar nutrisi yg terkait dengan olahragawan, untuk lebih waspada dalam konsumsi obat atau suplemen yg berdampak membuat masalah doping. Satu soal yg tentu, tidak semua obat pembakar lemak dapat dikelompokkan jadi doping juga dirasa cukup aman untuk dikonsumsi oleh banyak orang.

You Might Also Like
Leave a Reply