Sindrom Brugada: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Sudah pernah dengar perihal Sindrom Brugada (Brugada Syndrome)? Berhati-hati sebab penyakit ini bersangkutan dengan organ jantung serta komplikasinya dapat sampai berakhir pada kematian. Apakah yang dimaksud sindrom brugada? Apa yang memicu sindrom brugada? Apakah saja ciri serta tanda-tanda sindrom brugada? Bagaimana caranya menganalisis sindrom brugada? Bagaimana caranya menyembuhkan sindrom brugada?

Apa Itu Sindrom Brugada?
Sindrom Brugada ialah satu keadaan dimana berlangsung abnormalitas elektrik pada organ jantung, yg mana soal ini lalu membawa dampak irama (aritmia) jantung alami pemercepatan, perlambatan, serta/atau berubah menjadi tidak memiliki aturan. Efeknya, jantung tidak bisa jalankan gunanya lewat cara terbaik, ialah memompa darah ke seluruhnya badan.

Sindrom Brugada ialah penyakit menakutkan. Sayangnya, penyakit sering tak perlihatkan tanda-tanda bermakna, yg berarti penderitanya dapat alami kematian tiba-tiba, terutama kala tidur (itu pemicu penyakit ini sering disebut yaitu sudden unexplained nocturnal death syndrome). Sindrom brugada normalnya berlangsung pada laki-laki—anak-anak serta dewasa—yang datang dari Jepang serta sekian banyak negara Asia Tenggara.

Yang memicu Sindrom Brugada
Sindrom Brugada ialah penyakit yg diakibatkan oleh tersedianya kelainan pada beberapa aliran ion yg bersangkutan dengan pekerjaan elektrik di jantung.

Aliran ion bekerja untuk menguasai pergerakan keluar serta masuk beberapa senyawa ion ialah kalium, kalsium, serta natrium. Ke-tiga senyawa itu punyai peranan untuk aktifkan elektrifikasi jantung, hingga berlangsung kontraksi pada organ ini untuk memompa darah.

Pada pasien sindrom Brugada, aliran ion itu alami abnormalitas, yg mana keadaan membawa dampak elektrifikasi jantung berubah menjadi terusik serta berakhir pada tak teraturnya irama (aritmia) jantung.

Yang memicu sindrom Brugada sering disangkutkan dengan hal keturunan (genetik). Beberapa kajian yg udah dikerjakan temukan realitas kalau yang memicu sindrom Brugada ini lebih karena tersedianya mutasi gen SCN5A, yg mana gen itu sebenarnya bekerja untuk menguasai ion natrium di jantung. Mutasi gen memicu persentase ion ter-defisiensi hingga pekerjaan elektrik jantung terusik.

Yang memicu sindrom Brugada (Brugada syndrome) pada umumnya dikontrol oleh faktor-faktor, ialah:

Hal keturunan (genetik)
Laki laki dewasa (benar-benar jarang ada masalah sindrom Brugada pada beberapa anak)
Ras (Orang Asia, khususnya Jepang serta sekian banyak negara Asia Tenggara)
Demam tinggi
Tidak itu saja, sindrom Brugada mungkin dipacu oleh beberapa faktor yang lain, antara lain:

Minimnya persentase kalium di badan
Tingginya persentase kalsium di darah
Pemanfaatan obat-obatan untuk darah tinggi (hipertensi) serta obat penenang
Pemanfaatan kokain dalam jumlahnya banyak
Ciri serta Tanda-tanda Sindrom Brugada
Sindrom Brugada, sayangnya, sering tak perlihatkan ciri serta tanda-tanda pribadi. Bahkan juga, pasien penyakit ini punyai susunan jantung yg tampak normal. Namun, pada beberapa masalah, sindrom brugada disinyalir oleh beberapa ciri serta tanda-tanda yg serupa dengan tanda-tanda penyakit jantung biasanya, ialah:

Aritmia jantung yg tak memiliki aturan (papilapsi)
Sesak napas
Kejang
Hilang kesadaran
Demam tinggi
Untuk menyikapi peluang paling buruk, selekasnya singgahi dokter jikalau Anda alami satu atau lebih dari beberapa gejala di atas. Perlakuan medis dari sejak awal penting dikerjakan sebelum keadaan sindrom Brugada semakin bertambah kritis.

Analisis Sindrom Brugada
Mengingat sindrom Brugada ialah penyakit “silent killer”, ialah kedatangannya sering mendadak tanpa tanda-tanda pendahulu, kontrol jantung berubah menjadi perihal yg seharusnya dikerjakan untuk menyikapi penyakit ini.

Normalnya, langkah analisis sindrom Brugada mencakup:

1. Anamnesis
Pertama kali, dokter akan ajukan beberapa pertanyaan terhadap pasien. Oleh sebab sindrom Brugada lebih diakibatkan oleh hal keturunan, jadi dokter mungkin bisa bertanya adakah satu diantaranya bagian keluarga yg punyai histori penyakit ini.

2. Kontrol Genetika
Untuk meyakinkan info dari pasien, dokter akan menegakkan langkah kontrol atau tes genetika. Tekniknya, pasien diambil sampel darahnya (biopsi) untuk setelah itu dianalisis di laboratorium. Di sini, dokter akan memandang adakah mutasi gen SCN5A yg memicu sindrom Brugada.

3. Elektrokardiogram (EKG)
Langkah analisis sindrom Brugada yg seterusnya dikerjakan ialah elektrokardiogram (EKG). Langkah ini ditegakkan dengan arah merekam pekerjaan elektrik jantung serta menelaah adakah kelainan pada aritmia jantung.

4. Elektropsikologi (EPS)
Jikalau kontrol elektorkardiogram (EKG) perlihatkan hasil positif kalau pasien alami sindrom Brugada, jadi yg seterusnya dikerjakan dokter ialah menegakkan langkah kontrol elektropsikologi (EPS). Kontrol EPS ini punya tujuan untuk meyakinkan yang memicu sindrom Brugada yg dirasakan pasien, sekalian memastikan langkah penyembuhan yg pas.

5. Uji Kalium serta Kalsium
Pribadi pada pasien yang menanggung derita hipokalemia, hiperkalemia, serta hiperkalsemia, dokter akan menegakkan langkah uji persentase kalium serta kalsium di tubuhnya.

Tidak cuman prosedur-prosedur di atas, pada perubahannya dokter akan mengerjakan kontrol dengan MRI serta ekokardiografi, dengan arah untuk buang dysplasia ventrikal kanan aritmogenik hingga yang memicu yang lain dari aritmia yg berlangsung bisa didapati.

Penyembuhan Sindrom Brugada
Sindrom Brugada ialah penyakit yg tak dapat diobati. Penyembuhan sindrom Brugada yg dikerjakan cuma punya tujuan untuk menghilangkan tanda-tanda penyakit ini pada kala mendadak tampak.

Penyembuhan sindrom Brugada yg dianggap paling efisien ialah implantasi automatic implantable cardioverter defibrillator (ICD). Ini ialah sama dengan alat yg ditanam di badan, yang pasti tulang selangka, serta gunanya jadi alat picu sewaktu berlangsung takikardia serta fibrilasi ventrikel, hingga denyut jantung normal kembali.

Tidak cuman ICD, dokter akan berikan obat anti-aritmia seumpama quinidine buat menyingkirkan arus kalium cepat, juga kembalikan skema EKG pasien sindrom Brugada pada ke keadaan normal.

Mencegahan Sindrom Brugada
Langkah mencegahan sindrom Brugada tidak lalu mengobati penyakit ini lewat cara keseluruhan, tapi cuma berwujud jadi pencegah munculnya aritmia yg berakhir pada penyakit menakutkan ini. Teknik menahan berlangsungnya komplikasi sindrom Brugada ialah:

Tak mengonsumsi minuman mengandung alkohol
Tak mengonsumsi obat-obatan sejenis kokain, amfetamin, serta obat pribadi flu
Menjauhkan dehidrasi
Mengerjakan langkah penyembuhan demam tinggi seperti mengonsumsi parasetamol

You Might Also Like
Leave a Reply